Hades (Supergiant Games): Ini adalah game aksi bertema mitologi Yunani terbaik. Kamu bermain sebagai anak Hades yang mencoba kabur dari neraka. Sangat adiktif dan menang banyak penghargaan!

Hades: Mengukir Takdir di Kedalaman Tartarus dan Mengapa Ia Menjadi Standar Emas Game Rogue-like
Oleh: JETSPIN88
Pada Tanggal: 13/03/2026
Oleh: Gemini Digital Editorial
Dalam satu dekade terakhir, industri video game telah melihat ribuan judul dirilis setiap tahunnya. Namun, sangat jarang ada sebuah game yang mampu memikat hati kritikus sekaligus pemain kasual dengan intensitas yang sama. Hades, karya dari studio independen Supergiant Games, adalah pengecualian tersebut. Sejak dirilis, game ini tidak hanya memenangkan puluhan penghargaan Game of the Year, tetapi juga berhasil mengubah persepsi orang terhadap genre Rogue-like yang biasanya dikenal “kejam” menjadi sebuah pengalaman naratif yang sangat manusiawi dan adiktif.
Hades adalah perpaduan antara aksi yang sangat cepat, mitigasi risiko yang cerdas, dan penceritaan karakter yang luar biasa mendalam. Di sini, kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru.
1. Narasi: Melarikan Diri dari “Ayah Terbaik” di Dunia Bawah
Inti dari Hades adalah cerita keluarga yang sangat relatable, meskipun pelakunya adalah para dewa-dewi mitologi Yunani. Anda bermain sebagai Zagreus, putra dari Hades, sang penguasa dunia bawah. Zagreus merasa tidak betah dan ingin keluar dari neraka untuk mencari ibunya, Persephone, di permukaan bumi.
Namun, Hades adalah sosok ayah yang otoriter dan sinis. Ia yakin bahwa tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari wilayahnya. Inilah yang memicu konflik utama: pemberontakan seorang anak terhadap ayahnya. Selama perjalanan, Zagreus dibantu oleh kerabatnya di Gunung Olympus—Zeus, Athena, Poseidon, dan lainnya—yang memberikan “Boon” atau berkah kekuatan kepada Zagreus.
Yang membuat narasi Hades luar biasa adalah bagaimana setiap kegagalan (kematian) memberikan progres cerita. Setiap kali Zagreus mati dan kembali ke rumah ayahnya, karakter-karakter di sana akan bereaksi terhadap cara Anda mati, musuh yang Anda lawan, atau kemajuan yang Anda buat. Dialognya hampir tidak pernah terasa berulang, sebuah pencapaian penulisan skenario yang sangat masif.
2. Gameplay: Kecepatan, Strategi, dan Kepuasan Instan
Hades adalah game Action Rogue-like. Artinya, Anda akan melewati serangkaian ruangan yang dihasilkan secara prosedural (acak). Jika Anda mati, Anda kehilangan sebagian besar kekuatan sementara dan harus mengulang dari awal. Namun, ada beberapa elemen yang membuat game ini sangat “asik”:
A. Variasi Senjata (Infernal Arms)
Zagreus memiliki akses ke enam senjata utama yang sangat berbeda gaya permainannya:
-
Stygius (Pedang): Klasik dan seimbang.
-
Varatha (Tombak): Jarak menengah yang presisi.
-
Aegis (Perisai): Untuk mereka yang suka bertahan sambil menyerang.
-
Coronacht (Busur): Serangan jarak jauh yang mematikan.
-
Malphon (Sarung Tangan): Kecepatan serangan jarak dekat yang gila.
-
Exagryph (Senapan): Mekanik modern di dunia kuno.
B. Kombinasi Boon yang Tak Terbatas
Setiap dewa Olympus memberikan efek yang berbeda. Zeus memberikan petir, Poseidon memberikan kekuatan dorongan air, dan Aphrodite memberikan efek lemah (Weak) pada musuh. Keasyikan utama Hades terletak pada “Build” yang Anda ciptakan. Apakah Anda ingin menjadi tank yang tak terkalahkan, atau mesin pembunuh yang sangat cepat namun rapuh? Keputusan ada di tangan Anda.
3. Estetika Audio-Visual: Pesta Pora Indra
Supergiant Games selalu dikenal dengan kualitas seninya, dan Hades adalah puncaknya.
-
Art Style: Jen Zee, sang pengarah artistik, memberikan sentuhan komik modern yang tajam namun tetap terasa klasik. Setiap dewa digambarkan dengan kepribadian yang kuat melalui desain visual mereka. Warna-warna di setiap wilayah (Tartarus yang hijau kelam, Asphodel yang merah membara, hingga Elysium yang biru megah) memberikan identitas visual yang sangat kuat.
-
Musik: Darren Korb menciptakan soundtrack yang unik dengan menggabungkan instrumen kuno seperti lyre dengan distorsi gitar rock/metal yang menghentak. Musik ini beradaptasi dengan intensitas pertarungan, membuat adrenalin pemain terus terpompa.
-
Voice Acting: Setiap karakter disuarakan dengan sangat karismatik. Karakter Hades terdengar berat dan mengintimidasi, sementara Zagreus terdengar cerdas, sopan, namun bertekad baja.
4. Mengapa Hades Sangat Adiktif? (The “One More Run” Loop)
Hades berhasil memecahkan masalah terbesar dalam genre Rogue-like: rasa frustrasi saat kalah. Dalam banyak game sejenis, mati berarti kehilangan segalanya dan merasa membuang waktu. Di Hades, kematian adalah saat yang ditunggu-tunggu karena:
-
Upgrading: Anda membawa kembali mata uang (Darkness) untuk meningkatkan atribut permanen Zagreus di cermin ajaibnya. Anda menjadi lebih kuat secara bertahap.
-
Relasi Karakter: Anda bisa memberikan hadiah (Nectar) kepada dewa atau pelayan di rumah Hades untuk mempererat hubungan dan mendapatkan Trinket sakti.
-
Renovasi: Anda bisa menghias rumah Hades atau membuka fitur-fitur baru yang membantu perjalanan berikutnya.
Siklus ini membuat pemain selalu berkata, “Satu kali lagi, kali ini saya pasti sampai ke permukaan,” hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
5. Representasi Mitologi yang Segar
Hades tidak terjebak dalam klise mitologi Yunani yang kaku. Game ini mengeksplorasi sisi kemanusiaan para dewa—kecemburuan mereka, rasa haus akan hormat, dan kasih sayang yang canggung. Hal ini membuat mitologi kuno terasa sangat relevan dengan dinamika keluarga modern. Karakter seperti Dusa (kepala Medusa yang pemalu) atau Megaera (mantan kekasih Zagreus yang galak) menambah warna yang membuat dunia Hades terasa sangat hidup.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Game
Hades adalah sebuah pencapaian seni yang menunjukkan bahwa video game adalah medium bercerita yang sangat kuat. Ia menawarkan tantangan bagi pemain hardcore, namun memberikan kemudahan (melalui God Mode) bagi pemain yang hanya ingin menikmati ceritanya.
Jika Anda mencari game yang memiliki mekanik pertarungan yang “seksi”, desain karakter yang memukau, dan cerita yang membuat Anda peduli pada setiap karakternya, Hades adalah jawabannya. Ini adalah surat cinta bagi para pemberontak, para pencari jati diri, dan siapa saja yang percaya bahwa takdir bisa diubah asalkan kita berani mencoba lagi.
Rating Game: 5.0/5.0 Sebuah mahakarya yang mendefinisikan dekade ini.









